Tindak Lanjut Unpad-BCE, Pusat Data dan Informasi BUMN Center of Excellence Segera Terbentuk

[Unpad.ac.id, 5/06/2016] Sebagai salah satu tindak lanjut dari diresmikannya Universitas Padjadjaran – BUMN Center of Excellence (BCE) pada awal Mei 2016 lalu, akan dibentuk pusat data dan informasi BCE. Adanya pusat data dan informasi ini merupakan wujud sinergi antara Unpad, Kementerian BUMN, dan sejumlah BUMN di Indonesia.

Insiator Unpad BUMN Center of Excellence, Prof. Dr. Hj. Ernie Tisnawati Sule, MSi., dan Co-Chair Unpad-BCE dari PT Telkom, M. Awaluddin dalam acara Forum Konsolidasi Data Gathering di Grha Merah Putih PT Telkom, Jakarta, Jumat (3/06). (Foto oleh: Dadan T.)*

Insiator Unpad BUMN Center of Excellence, Prof. Dr. Hj. Ernie Tisnawati Sule, MSi., dan Co-Chair Unpad-BCE dari PT Telkom, M. Awaluddin dalam acara Forum Konsolidasi Data Gathering di Grha Merah Putih PT Telkom, Jakarta, Jumat (3/06). (Foto oleh: Dadan T.)*

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad yang juga inisiator pendirian Unpad BCE Prof. Dr. Hj. Ernie Tisnawati Sule, M.Si., mengatakan bahwa pusat data dan informasi ini akan mendukung aktivitas yang akan dilakukan tiga pusat kegiatan dari BCE, yakni center of collaboration, center of learning, dan center of study.

Dalam Center of Collaboration, akan berfokus pada kegiatan sinergi antar BUMN itu sendiri, antara BUMN dengan perguruan tinggi, dan antara BUMN, perguruan tinggi, dengan Kementerian BUMN. Sementara Center of Learning memiliki 3 sasaran, yaitu untuk pengembangan kompetensi, melakukan sertifkasi, dan mencetak the great leaders sebagai calon-calon direksi BUMN. Adapun Center of Study merupakan pusat pengkajian BUMN yang akan dilakukan sebagai bagian dari riset Unpad.

“Tiga center yang telah dibuat tadi, didukung oleh pusat data dan informasi BUMN,” kata Prof. Ernie dalam acara Forum Konsolidasi Data Gathering yang digelar di PT. Telkom, Gedung Grha Merah Putih lantai 6, Jln. Jenderal Gatot Subroto Kav. 52 Jakarta Selatan, Jumat (3/06).

Senada dengan Prof. Ernie, Co-Chair Unpad BCE Commitee, Muhammad Awaluddin mengatakan bahwa pusat data dan informasi menjadi pondasi dasar dari tiga center tersebut. “Artinya, jika tanpa ini menjadi tidak berdaya. Karena kami bekerja berdasarkan apa? Semua bekerja berdasarkan data,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad, selain pusat data dan informasi ini mendukung kegiatan tiga center tersebut, juga terjadi sebaliknya dimana apa yang dihasilkan dari tiga center tersebut akan juga memperkaya pusat data dan informasi ini. “Ini pasti akan bolak balik seperti itu,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Awaluddin pun menjelaskan bahwa pusat data dan informasi ini akan menjadi single database resource management system atau data warehouse. Hal ini akan menjadi potensi besar untuk efisiensi resource data secara nasional. Selama ini, data-data di Indonesia sifatnya masih sektoral dan tidak terintegrasi dalam sebuah sistem.

“Harapannya, kalau mau mencari data BUMN, siapa yang mau melakukan riset data BUMN itu ada,” tuturnya.

Dengan adanya pusat data dan informasi ini, ada sejumlah keuntungan yang didapat oleh Kementerian BUMN, Unpad, dan BUMN. Kementerian BUMN akan memiliki pusat data yang diharapkan akan memudahkan dalam proses pengambilan kebijakan. Sementara bagi BUMN, dapat dimanfaatkan sebagai profiling dan bahan pengambilan keputusan untuk kemajuan BUMN itu sendiri. Bagi Unpad, data-data ini dapat digunakan sebagai bahan riset dan sharing knowledge termasuk sharing dengan perguruan tinggi lain.

Direktur Teknologi dan Sistem Informasi Drs. Gatot Riwi., M.Si. mengatakan bahwa dalam penyiapan pusat data dan informasi ini, tim IT Unpad akan menyiapkan server basis data, melakukan filtering dan analisis data, memberikan hasil analisis, serta membangun portal BCE. Implementasi pusat data dan informasi ini pun didukung penuh oleh PT. Telkom, terutama sebagai penyedia layanan ICT berupa platform infrastruktur jaringan dan menyediakan dashboard reporting.

Comments are closed.