Unpad BUMN Center of Excellence Adalah Salah Satu Wujud Pentahelix

[Unpad.ac.id, 4/05/2016] Pendirian BUMN Center of Excellence (BCE) di Universitas Padjadjaran saat ini penting dilakukan untuk penguatan kelembagaan BUMN di Indonesia. Penguatan lembaga milik pemerintah ini membutuhkan keterlibatan banyak pihak, salah satunya ialah peran akademisi guna menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi melalui sudut pandang keilmuan.

Logo Unpad-BUMN Center of Excellence

Logo Unpad-BUMN Center of Excellence

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad yang juga inisiator pendirian BCE Prof. Dr. Hj. Ernie Tisnawati Sule, M.Si., mengatakan, setidaknya ada tiga aspek yang dibutuhkan BUMN saat ini, yaitu aspek pengkajian, pengembangan SDM, dan kolaborasi. Tiga aspek ini yang mendorong pendirian BCE di Unpad.

“BUMN ini adalah potensi yang dimiliki negara, sehingga BUMN itu harus mempunyai daya saing,” ujar Prof. Ernie saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (04/05).

Lebih lanjut Prof. Ernie mengatakan, aspek pengkajian dibutuhkan guna memberikan solusi dari masalah yang terjadi di tubuh BUMN. Seluruh bidang keilmuan yang ada di Unpad diyakini relevan dengan tiga kelompok bidang usaha BUMN yang ada saat ini, yaitu manufaktur, jasa, dan pengelolaan sumber daya alam.

“BUMN sering dihadapkan pada masalah yang sulit dipecahkan. Ketika mereka harus mengambil keputusan tetapi mereka tidak punya dasar dalam pengambilan keputusan, maka mereka memerlukan bantuan pihak ketiga. Yang paling tepat akademisi,” papar Prof. Erni.

Untuk kepentingan pengkajian tersebut, pada BCE nanti akan dibangun data warehouse. Pusat data ini akan menyimpan berbagai data dari 144 BUMN yang ada di Indonesia. Data ini akan berguna dan bisa diakses untuk kepentingan Kementerian BUMN, penelitian dosen dan mahasiswa, hingga kepentingan BUMN sendiri.

Sementara dari segi pengembangan SDM, BUMN yang ada saat belum semuanya memiliki pola pengembangan SDM yang baik. Beberapa BUMN, kata Prof. Ernie, sudah melakukan pengembangan SDM yang bisa menghasilkan seorang great leader, misalnya melalui pembukaan corporate university, hingga membuat pusat penelitian sendiri. BUMN yang belum melakukan upaya tersebut harus dibantu melalui keilmuan yang dimiliki Unpad.

Sementara dari segi kolaborasi, Prof. Erni mengungkapkan, sinergitas antar BUMN belum terlalu signifikan. Peran akademisi adalah untuk mendorong satu BUMN memiliki produktivitas yang setara dengan BUMN lain, sehingga bisa dilakukan kolaborasi baik. “Perguruan tinggi adalah lembaga yang bisa menjembatani sinergi BUMN tersebut,” imbuhnya.

Kolaborasi ini juga penting terkait wacana pemerintah untuk melakukan holding BUMN. Dengan adanya wacana tersebut, maka kolaborasi baik antar BUMN harus mutlak dilakukan.

“Kita berharap keberadaan BCE ini dapat membantu mereka menjadi BUMN unggul dan menjadi pusat keunggulan,” kata Prof. Ernie.

Inisiasi BCE ini juga mendapat respons positif dari Kementerian BUMN maupun pimpinan BUMN sendiri. Prof. Ernie mengatakan, setelah diluncurkan pada 9 Mei mendatang, pihaknya akan mengundang para pelaku BUMN untuk bersama-sama menguatkan data warehouse yang ada di BCE.

Saling Memberi Manfaat
Pendirian BCE ini juga bukan hanya memberikan keuntungan bagi BUMN. Lembaga ini memberikan peluang sumbangsih keilmuan Unpad bagi BUMN maupun negara pada umumnya. Baca juga: Unpad Bangun Pusat Pengembangan Keunggulan BUMN “Unpad-BUMN Center of Excellence”.

“Banyak pimpinan BUMN yang sekolah di Unpad, artinya mereka banyak menyerap ilmu dari kita. Selain itu, kita bisa pelajari apa yang terjadi di BUMN sehingga ilmu kita bisa menjadi berkembang,” jelas Prof. Ernie.

Di sisi lain, kerja sama dengan BUMN ini juga memberikan peluang kemudahan bagi penyaluran lulusan Unpad untuk bekerja di BUMN. Selain itu, penyelenggaraan kuliah umum oleh pimpinan BUMN juga semakin rutin dilakukan.

“Kemanfaatan ini tidak berarti financial, tetapi lebih pada intangible-nya,” tambahnya

Yang terpenting adalah, pendirian BCE ini merupakan implementasi kerja sama Pentahelix yang dicanangkan Unpad. “Nafas BUMN Center ini adalah pentahelix. Dalam proses kolaborasi kita selalu akan melibatkan lima pilar,” ujarnya.

Pentahelix merupakan kolaborasi yang melibatkan lima unsur yaitu pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media. Kerja sama pentahelix ini digagas Unpad untuk mewujudkan Unpad sebagai transformative university yang kegiatannya dapat memberikan dampak pembangunan kepada masyarakat, serta membangun kerja sama interdependensi dengan berbagai pihak.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh

Comments are closed.